Sesaat Sebelum Berangkat
Aku menutup kembali pintu lemari pakaian. Isak tangis
tertahan masih terdengar dari luar kamar. Tanganku meraih daun pintu, menutup
pintu kamar yang terbuka sejengkal. Suara tangisan tinggal lamat-lamat.
Aku berjalan pelan menuju jendela, membukanya, lalu
duduk di atas kursi. Pagi ini, langit berwarna kelabu. Sejujurnya, sempat
melintas pertanyaan di kepalaku, kenapa aku tidak menangis? Kemudian pikiranku
mengembara, menyusuri tiap jengkal peristiwa yang terjadi tiga pekan lalu.
